Selasa, 22 Mei 2012

LEMBAGA DESA

LEMBAGA DESA

Tabel 1
Nama Pejabat Pemerintah DesaJetis
No
Nama
Jabatan
1
Muh.Khoiri,S.Pd
Kepala Desa
2
Langgeng Widodo
Sekretaris Desa
3
Joni Suhendri
Kasun Jetis I
4
Zaini
Kasun JetisII
5
Bibit
Kepala Urusan Pemerintahan
6
Retnaning Pertiwi
Kepala Urusan Keuangan
7
Muh.Adib Nashori
Kepala Urusan Pembangunan
8
Sunyoto 
Kepala Urusan umum
9
10
Wasana
Syamsul Hadi
Kepala Urusan Kesra 
Staf Umum
Tabel 2
Nama Badan Permusyawaratan Desa Jetis
No
Nama
Jabatan
1
Subanul Watoni,SH
Ketua
2
Agus Prasetyo,S.Pd
Wakil Ketua
3
Moh.Jibron,S.Ag
Sekretaris
4
Aris Pujianto
Anggota
5
Ir.Warsono
Anggota
 6  
7
Timur Aji Hantoro
Budiono

Anggota
Anggota


Tabel 3
Nama-nama LPMD Desa Jetis
No
Nama
Jabatan
1
Sumantri
Ketua
2
H.Sutarto
Wakil Ketua
3
Hadi Suyanto,Sp
Sekretaris 1
4
J
Sekretaris 2
5
Yahdi
Bendahara  1
6
Wasijan
Bendahara  2
7
Imam Junaidi
Sie Keagamaan
8
Sudidjono
Sie Kamtibmas
9
Drs. Arifin SH.
Sie Pendidikan dan Perpus
10
Junaenah
Sie Lingkungan Hidup
11
Bonari Hermanto
Sie Pembangunan
12
Sugeng Riyanto
Sie Kesehatan 
13
14
Kateni
Tukimun
Sie Pemuda dan Olahraga
TABEL 4
Tim Penggerak PKK Desa Jetis
No
Nama
Jabatan
1
Ny. Muh.Khoiri
Ketua
2
Ny.Langgeng Widodo
Wakil Ketua
3
Ny.Ahmad Muflikin
Sekretaris
4
Ny.Sobiran
Bendahara I
5
Ny.Ruskani
Bendahara II
6
NyAisyiyah
Anggota
7
Ny. Danu.
Anggota
8
Damiati
Anggota
9
Ny. Jazuli
Anggota
10
Ny. Purnomo
Anggota
11
12
13
14
15
16
17
18
Ny. Rusmin
Ny. Suwaji
Sunarwiyati
Ny. Sunaryo
Ny. Sukamat
Ny. Susanto
Ny. Joni S.
Ny. Suparman
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Secara umum pelayanan pemerintahan Desa Jetis kepada masyarakat cukup memuaskan dan kelembagaan yang ada berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

MANFAAT BUNGA TURI MERAH

Manfaat BUNGA TURI MERAH

Bunga Turi Merah



Turi (Sesbania grandiflora) banyak ditemukan di daerah pedesaan. Di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai ‘paru-paru kota’ dan sebagai lalapan. Ya, bunga turi sering digunakan sebagai sayuran pelengkap pecel. Bunga turi dapat membantu memperlancar ASI ( Air Susu Ibu ) dan mengatasi gangguan buang air besar. Selain itu juga dapat melembutkan kulit. Bunga turi ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna putih. Kandungan senyawa bunga turi merah lebih banyak.

Apa saja senyawa yang terdapat dalam bunga turi ?
1.      Karbohidrat
2.      Protein
3.      Lemak
4.      Mineral kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium
5.      Vitamin B1, B2, B6, C dan beta karoten
Biji turi yang tua, setelah dikeringkan, direbus dan diberi ragi dapat digunakan sebagai bahan baku tempe.
Di India, daun turi digunakan sebagai obat.

Efek farmakologis daun turi adalah
                                                                  a.       Mencairkan gumpalan darah.
b.      Mempunyai efek diuretic
c.       Menghilangkan sakit
Oleh karena itu daun turi dimanfaatkan untuk :
1.    Mengatasi radang tenggorokan
Cara :
Rebus satu genggam pucuk daun turi dalam 3 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Setelah disaring dalam keadaan hangat air rebusan dapat digunakan untuk berkumur minimal 3 x sehari.
2.    Menyembuhkan luka yang tidak terlalu dalam
Cara :
Tumbuk daun turi yang sudah di cuci dan tempelkan di atas luka yang sudah dibersihkan terlebih dahulu. Agar terjaga kebersihannya, ramuan itu perlu diganti paling sedikit 3 x sehari.
3.    Mengatasi batu ginjal
Catatan :
Pemberian jus turi pada tikus dapat mengatasi batu ginjal yang komposisinya terdiri dari kristal kalsium oksalat.
*kira-kira untuk manusia sudah pernah diuji coba belum ya?
4. Bersifat antioksidan
Berdasar penelitian daun turi mentah atau dipanggang memiliki kandungan beta karoten dan vitamin A. Untuk mendapat manfaat maksimal disarankan mengonsumsi daun turi 2 – 3 x seminggu sebanyak 1 piring kecil.
5. Mengatasi keputihan
Cara :
Segenggam daun turi putih & kunyit sebesar ibu jari dicuci dan digiling halus. Tambahkan ¾ cangkir air matang lalu aduk merata. Selanjutnya ramuan ini diperas & disaring. Ramuan siap diminum. Lakukan 2x sehari.
6.    Memperbanyak produksi ASI
Cara:
Daun turi muda dikukus & dimakan sebagai lalap.
7.    Meredakan demam nifas
Cara:
Daun turi 1/3 genggam dicuci bersih & digiling halus. Tambahkan ¾ cangkir air matang & sedikit garam. Setelah diperas & disaring, ramuan siap diminum.
Di India, kulit batang turi juga dimanfaatkan sebagai obat sariawan.
Cara :
Rebus satu genggam kulit batang turi dalam 3 gelas air sampai tinggal 1 gelas dan dipakai untuk berkumur.
Efek farmakologis dari kulit batang adalah:
a.       Mengurangi rasa sakit (analgetik)
b.      Penurun panas
Kegunaan kulit batang turi yang lain adalah :
1.Mengobati scabies
Cara:
Kulit batang ditumbuk halus & dioleskan pada bagian yang terkena scabies.
2.     Meredakan disentri
Cara:
Rebus kulit batang dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah larutan dingin, saring & minum. Lakukan 2 x sehari.
3.    Mengobati cacar air & demam dengan erupsi kulit
Cara :
Kulit batang sebesar ibu jari direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin, disaring dan diminum.
Di bagian atas telah disebutkan sekilas bahwa di Indonesia bagian pohon turi yang sering dimanfaatkan adalah bunganya yaitu sebagai lalapan. Konsumsi bunga turi sangat bermanfaat bagi para ibu yang sedang menyusui karena dapat  memperbanyak dan memperlancar ASI.


Efek farmakologis bunga turi:
a. Pelembut kulit
b. Pencahar
Ternyata akar turi pun juga bermanfaat untuk kesehatan yaitu untuk mengatasi pegal linu
Cara :
Akar turi (berbunga merah) digiling halus. Tambahkan air sehingga adonan menyerupai bubur. Gosokkan adonan tersebut pada bagian tubuh yang linu.
Turi juga dapat meredakan sakit kepala lho. Simak resep tradisional berikut ini :
Bahan :
Satu genggam daun turi
Tujuh biji turi (polong)
Tujuh biji lada
Bawang putih
Satu sendok makan cuka
Cara :
1. Tumbuk biji & daun turi serta lada & bawang putih hingga halus.
2. Masukkan cuka dan aduk hingga rata
3. Oleskan ramuan tersebut pada kening
Banyak juga ya manfaat pohon turi beserta bagian-bagiannya. Sekarang kita jadi tahu bahwa turi bukan hanya pohon peneduh jalan / paru-paru kota saja. Namun ada banyak manfaat yang lainnya.

sumber : NURUZ ZAMAN

0 komentar:

Poskan Komentar


  
  

DEPOT STASIUN

Depot stasiun menyediakan : Gurami bakar, ayam bakar,nila bakar rasa pedas ,manis dan pedas manis : harga terjangkau dan dijamin memuaskan



JETIS

Jetis adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

DEMOGRAFI

Demografi
         Desa Jetis merupakan desa yang 100% datar, berada diKecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo dengan luas 110,840 Ha yang terdiri sebagai berikut :
1. Tanah sawah                         : 77,8 Ha
2. Tanah Ladang                       : 12,9 Ha
3. Tanah Pekarangan               : 14,9 Ha
4. Tanah  Terlantar                    : 2      Ha
Geografis dan topografis Kabupaten Ponorogo :
Goegrafis                                     :
Topografis                                   ;
Kecamatan  Jetis                       :
Desa Jetis                                   :
Ø     Curah Hujan                     : 205 mm/tahun
Ø  Ketinggian dari laut             : 103 m
Ø  Temperatur                           :  25 – 30  ° C
2.1.3 Keadaan Sosial
1.    Kesenian
-              Seni tradisional reog
-              Kondisi masih utuh kurang lebih 95 %
-              Peralatan sudah ada tapi perlu penambahan
-              Dana opersional dari swadaya
-              Kegiatan saat ini terus berjalan
2.    Seni Hadroh
Seni hadroh dengan peralatan tradisional dulu pernah ada, namun dengan kemajuan teknologi sekarang ini seni hadroh sudah mendapatkan penambahan peralatan yang modern, sehingga suara yang dihasilkan menjadi lebih bagus, namun mengaenai kepemilikan sekarang sudah menjadi hak milik pribadi perorangan.
3.    Seni Karawitan
Dulu desa Jetis pernah memiliki karawitan , akan tetapi sekarang sudah tidak ada yang dikarenakan tidak adanya dana untuk perawatan dan untuk melestarikannya.
4.    Kegiatan Olah Raga
Olah raga yang paling digemari oleh anak-anak maupun remaja adalah Bola Volly , Sepak Bola, tennis meja, bulu tangkis dll. Namun kegiatan kurang berjalan optimal karena sarana yang kurang  mendukung dan belum tercukupi.
5.    Kelompok Pengajian
Kelompok pengajian didesa Jetis ada 2 kelompok yakni :
-        Kelompok Yasinan yang diikuti oleh bapak-bapak
-        Kelompok Yasinan yang diikuti oleh Ibu-Ibu.
6.    Gotong Royong
Kegiatan gotong royong dengan kemajuan zaman sudah mengalami pengikisan sehingga terlihat kegiatan tersebut sudah berkurang banyak sekali. Namun dikalangan RT kegiatan tersebut masih berjalan dengan baik. Dan mudah- mudahan  dengan adanya program RPJMD  ini dapat memupuk dan menumbuh kembangkan tradisi gotong royong.
        Keadaan Ekonomi
a. Mata Pencaharian Penduduk Desa Jetis
1
Petani
137 orang
2
Buruh Tani
193 orang
3
TKI
  32 orang
4
PNS
  52 orang
5
Peternak
  12 orang
6
Karyawan Swasta
226 orang
7
Sopir
  25 orang
8
Tukang Kayu / Batu
  24 orang
9
Pedagang
115 orang
b.   Kesejahteraan Masyarakat Desa Jetis
Kesejahteraan masyarakat desa Jetis tahun demi tahun ada peningkatan disebabkan adanya usaha pertanian, usaha jagal sapi dan kambing sehingga warga masyarakat bisa bekerja / berjualan daging sapi / kambing ke pasar.  Selain jual daging sebagian usaha dibidang pertanian dan palawija sesuai musim tanam, penduduk desa Jetis juga ada yang mempunyai usaha jual beli barang antik/kayu bekas rumah kuno.

RPJMD

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA
3.1.     Visi dan Misi
3.1.1     Visi
” TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA JETIS YANG GUYUB RUKUN, AMAN DAN SEJAHTERA YANG BERKEADILAN BERLANDASKAN KETUHANAN  YANG MAHA ESA ”
3.1.2     Misi
-        Mewujudkan pelayanan masyarakat secara optimal segala bidang
-        Meningkatkan pelayanan publik yang efektif dan efisien
-        Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel serta profesional
-        Meningkatkan pemberdayaan dan penguatan kelembagaan dimasyarakat dalam setiap tahapan pembangunan
-        Menjunjung tinggi budaya dan karakter masyarakat yang agamis bermoral dan berbudi luhur.
3.2.     Kebijakan Pembangunan
3.2.1 Arah Kebijakan Pembangunan
            Pembangunan di Desa Jetis dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan baik pembangunan fisik maupun non fisik. Untuk pembangunan fisik desa Jetis berkomitmen akan terus dilakukan dengan mengusahakan dana dari manapun baik dari Daerah, Propinsi maupun Pusat atau dari pihak ketiga yang tidak mengikat, tetapi yang tiap tahun dapat dilaksanakan secara rutin untuk pembangunan adalah dana subsidi desa.
            Pembangunan fisik diharapkan untuk segala bidang, sehingga untuk kedepannya desa Jetis dapat menjadi desa swasembada  dan semua warga Desa dapat sejahtera guyub rukun sesuai dengan visi dari Kepala Desa Jetis.
            Sedangkan untuk pembangunan non fisik juga tidak ketinggalan yaitu dengan memberikan pelatihan atau informasi kepada warga berbagai ketrampilan yang dapat mendukung / meningkatkan  pendapatan masyarakat  dan meningkatkan SDM.
3.2.2   Potensi dan Masalah
            Desa Jetis dalam mewujudkan cita – cita banyak menemui masalah – masalah yang harus diselesaikan dan tidak merugikan kepada warga Desa, misal dalam pembangunan fisik diharapkan tidak ada salah satu pihak yang dirugikan. Di lain masalah tersebut desa Jetis juga mempunyai potensi yang sangat besar untuk mewujudkan cita – cita tersebut diantaranya tenaga kerja yang sudah mempunyai SDM diatas rata – rata  dan juga kekompakan warga untuk diajak maju.
3.2.3  Program Pembangunan Desa
Program pembangunan desa Jetis meliputi banyak hal dari yang kecil yang dapat didanai oleh desa hingga yang memerlukan dana besar yang perlu dana dari Daerah maupun Pusat.
Dengan program pembangunan yang berkelanjutan ini diharapkan semua proyek pembangunan yang ada didesa dapat dilaksanakan secara keseluruhan sehingga dapat tercapai desa swasembada.
3.2.4  Strategi Pencapaian
Dalam pencapaian program pembangunan desa Jetis mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki maupun yang ada di desa Jetis dan juga bekerja sama dengan pihak – pihak yang tidak mengikat dalam peningkatan SDM dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

SEJARAH DESA JETIS

Sejarah Desa
         Desa  Jetis pada asal mula merupakan daerah yang belum terjamah oleh orang-orang yang mempunyai ilmu agama. Pada tahun 1600-an ( zaman Majapahit ), datanglah seorang yang mempunyai misi untuk menyebarkan agama Islam. Ia bernama Eyang Makali, yang merupakan keturunan Fathahilah anak dari Bupati Tempayat.
         Eyang Makali adalah seorang yang pinter, orang yang mempunyai kemampuan / keahlian, namun dengan keahlian / kemampuan yang ia miliki tidak membuatnya sombong atau ingin menonjolkan diri.
         Pada suatu hari terdengarlah nama Eyang Makali oleh Eyang Batoro Katong, seorang penguasa di Ponorogo. Maka dipanggillah Eyang Makali untuk membantu Eyang Batoro Katong memperluas wilayahnya. Eyang Makali memperoleh tugas  atau perintah mengatur siasat  untuk menundukkan musuh Eyang Batoro Katong, yaitu Ki Ageng Kutu. Dan ternyata siasat / taktik Eyang Makali berhasil dengan memuaskan.
         Semenjak keberhasilan Eyang Makali tersebut, maka Eyang Batoro Katong memberikan nama untuk wilayah kedudukan Eyang Makali dengan sebutan Jetis. Kata Jetis diambil dari dua kata Bahasa Jawa yaitu dipijet mletis, artinya ditekan  keras penuh berisi, tidak kenyal, tidak lembek, sehingga dengan adanya tekanan atau perintah dia akan mengeluarkan energi / tenaga yang dimilikinya dengan semaksimal mungkin demi keberhasilan perintah tersebut.
         Dengan kata lain pemberian nama Jetis, dilatar belakangi oleh sifat Eyang Makali yang merupakan  seorang yang pendiam, yang tidak menonjolkan sifat atau kemampuan yang ia miliki. Namun jika mendapat tugas atau tantangan dia akan melaksanakan dengan sekuat kemampuannya.
         Sehingga dengan pemberian nama Jetis ini diharapkan generasi penerus desa Jetis  ini dapat mencontoh dan meniru  dari sifat  Eyang Makali yang tidak ingin menonjolkan diri, namun memiliki kemampuan yang lebih.
Demikian kurang lebihnya menurut cerita para sesepuh terjadinya  Desa Jetis.
Adapun Desa Jetis dibagi menjadi 2 dusun atau dukuh yaitu :
1.    Dusun Jetis I
2.    Dusun Jetis II
Kepala Desa yang menjabat semenjak berdirinya  Desa Jetis adalah sebagai berikut :
NO.
N A M A
MASA JABATAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Asmonawi
Kadiyan
Solikun
Muhadi
Muh. Zulaini
Muh. Khoiri
1930 –1940
1940 – 1948
1948 – 1974
1984 – 1989
1989 – 1997
1998 -- 2013